Identifikasi Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Berbagai Metode Pemeriksaan
DOI:
https://doi.org/10.38215/pmjpcv22Keywords:
Ascaris lumbricoides, flotation, native, sedimentation, STHAbstract
Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan nematoda yang memerlukan tanah untuk mencapai stadium infektif. Infeksi STH dapat dialami oleh anak-anak usia pra sekolah. Infeksi STH pada anak-anak dapat menyebabkan stunting. Infeksi STH terjadi karena kebersihan pribadi. Pemeriksaan infeksi STH secara kualitatif dapat dilakukan berbagai metode pemeriksaan. Tujuan penelitian adalah identifikasi STH pada pemeriksaan spesimen feses siswa TK Sari Mekar Banguntapan Bantul Yogyakarta berbagai metode sebagai upaya skrining kecacingan guna menekan kejadian stunting. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan rancangan cross sectional pada pemeriksaan feses makroskopis dan mikroskopis dengan metode natif, flotasi, dan sedimentasi. Infeksi STH ditetapkan berdasarkan morfologi telur pada perbesaran mikorskopik 400x. Hasil penelitian menunjukkan pemeriksaan makroskopis tidak ditemukannya segmen cacing, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan mikroskopis. Infeksi STH sebesar 13,3 % pada metode natif dan flotasi dan 6,6% pada metode sedimentasi. Kesimpulan penelitian ini yaitu teridentifikasi STH spesies Ascaris lumbricoides pada siswa TK Sari Mekar Banguntapan Yogyakarta dengan prevalensi sebesar 13,3 % metode natif dan flotasi dan 6,6% metode sedimentasi. Kebiasaan dalam menerapkan kebersihan pribadi dapat menurunkan resiko kejadian infeksi STH pada anak-anak dan dapat menekan kejadian stunting pada anak. Peneliti selanjutnya agar melakukan perlakuan pada feses agar telur dapat tersebar merata dan dengan menambahkan jumlah pengulangan pembuatan preparat berbagai metode.
Downloads
References
Arfita, R. H., Suhartini, & Makkadafi, S. P. (2022). Studi Deskriptif Pemeriksaan Efektivitas Sampel Feses Metode Langsung dan Sedimentasi Telur STH (Soil Transmitted Helmint). BJSME: Borneo Journal of Science and Mathematics Education, 2(3), 132–145.
Dewi, R. D. G. L. N., & Laksmi, S. A. A. D. (2017). HUBUNGAN PERILAKU HIGIENITAS DIRI DAN SANITASI SEKOLAH DENGAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA SISWA KELAS III-VI SEKOLAH DASAR NEGERI NO . 5 DELOD PEKEN TABANAN TAHUN 2014. E-Jurnal Medika, 6(5), 1–4.
Kahar, F., Efendi, Q., & Hadipranoto, I. (2020). Identifikasi Telur Cacing Nematoda Usus Pada Feses Anak Usia 5-10 Tahun. Jaringan Laboratorium Medis, 2(1), 12–17. https://doi.org/10.31983/jlm.v2i1.5872
Kamil, Mawardani, M. T., & Ambrin. (2023). Identifikasi Nematoda Usus Menggunakan Metode Flotasi dan Sedimentasi di SDN 020 Samarinda Utara. Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo, 3(1), 8–13.
Lalangpuling, I. E., Mandak, M. C., & Rambi, E. V. (2023). Identifikasi Soil Transmitted Helminths (STHs) pada Anak Sekolah Dasar Identification. Jurnal Kesehatan Poltekkes Kemenkes RI Pangkalpinang, 11(2), 166–172. http://repository.poltekkes-manado.ac.id/963/1/Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol 10 No 1 April 2020.pdf
Neli Adelia Resmalita, N. (2023). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Tinja Metode Sedimen Dengan Metode Floating Pada Infeksi Kecacingan. JURNAL ILMIAH SIMANTEK ISSN. 2550-0414, 7(3), 82–95.
Pusarawati. (2013). Atlas Parasitologi Kedokteran.
Pusarawati, S., Ideham, B., Kusmartisnawati, S.Tantular, I., & Sukmawati. (2013). Atlas Parasitologi Kedokteran (Y. J. S. Sri Hidajati Bayu Santoso, Yoes Prijatna Dachlan, Subagyo Yotopranoto; editor penyelaras, Yoavita (ed.)). EGC.
Rafika. (2020). Buku Ajar Parasitologi I (Rafika (ed.)). Pusat Pengembangan dan Kurikulum Poltekkes Kemenkes Makassar.
Ridwan, A., Fatimah, & Nurfadillah. (2021). Identifikasi Soil Transmitted Helminths (STH) Pada Anak Usia 7-10 Tahun Menggunakan Sampel Feses Dengan Metode Natif Di Wilayah TPA Kabupaten Bulukumba. Jurnal Biologi Makassar, Volume 6(1), 91–98.
Rudini, A., & Azmi, R. (2023). Metodologi Penelitian Bisnis Dan manajemen Pendekatan Kuantitatif. AE Publishing.
Wasilah, N., Sulaeman, Mulia, Y. S., & Firman, M. (2024). Perbandingan pemeriksaan tinja antara metode flotasi dan metode. Jurnal Kesehatan Siliwangi, 5(2), 374–382.
World Health Organization. (2011). Pedoman teknik dasar untuk laboratorium kesehatan / WHO ; al ih bahasa, Chairlan, Estu Lesfari (A. A. Mahode (ed.); kedua, Vol. 53, Issue 1). EGC.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Teras Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in Jurnal Teras Kesehatan agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or the Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)









