HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KELAHIRAN BALITA DENGAN JUMLAH BALITA STUNTING

Penulis

  • Raafika Studiviani Binuko Universitas Muhammadiyah Surakarta ##default.groups.name.author##
  • Joni Maulindar Universitas Duta Bangsa ##default.groups.name.author##

DOI:

https://doi.org/10.38215/jtkes.v6i1.106

Kata Kunci:

Nutrition, Stunting, Toddlers

Abstrak

Gangguan yang dialami bayi disebabkan oleh  terhambatnya pertumbuhan bayi biasa disebut stunting. Jumlah penderita pada balita di Indonesia sangat banyak sehingga hal ini mendapat sorotan dari pemerintah. Beberapa faktor penyebab terjadinya stunting pada balita antara lain kurangnya asupan makanan dan ASI eksklusif pada balita. Namun belum diketahuinya prosentase dan hubungan antara jumlah kelahiran bayi dan kemungkinan bayi stunting, menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jumlah kelahiran bayi terhadap kemungkinan bayi stunting. Penelitian yang dilakukan menggunakan analisis regresi yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel. Data sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 157 balita. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah pengumpulan data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, nilai korelasi antara jumlah kelahiran bayi dan jumlah bayi stunting adalah 0,38 (kategori sangat rendah). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara jumlah kelahiran bayi dengan kemungkinan bayi stunting tingkat signifikansinya sangat rendah.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Alfarisi, R., Nurmalasari, Y., & Nabilla, S. (2019). Status Gizi Ibu Hamil Dapat Menyebabkan Kejadian Stunting Pada Balita. Jurnal Kebidanan Malahayati, 5(3), 271–278. https://doi.org/10.33024/jkm.v5i3.1404

Anggraini, W., Febriawati, H., & Amin, M. (2022). Akses Jamban Sehat Pada Balita Stunting. Jurnal Keperawatan Silampari, 6, 2003–2005.

Harleni, H., Yanti, R., & Wahyu Diana, N. (2022). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Brainstorming Booklet Dan Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Balita Stunting Di Puskesmas Malalak Tahun 2021. Ensiklopedia of Journal, 4(3), 148–158. https://doi.org/10.33559/eoj.v4i3.1051

Khoiron, K., Rokhmah, D., Astuti, N., Nurika, G., & Putra, D. (2022). Pencegahan Stunting Melalui Penguatan Peran Kader Gizi dan Ibu Hamil Serta Ibu Menyusui Melalui Participatory Hygiene and Sanitation Transformation (PHAST). ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains Dan Teknologi, 1(1), 74–80. https://doi.org/10.55123/abdikan.v1i1.128

Komalasari, K., Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting Pada Balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51–56. https://doi.org/10.47679/makein.202010

Kusumawati, D. D., & Tri Budiarti, S. (2021). Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Kejadian Balita Stunting. Jika, 6(1), 2598–3857.

Louis, S. L., Mirania, A. N., & Yuniarti, E. (2022). Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Balita. Maternal & Neonatal Health Journal, 3(1), 7–11. https://doi.org/10.37010/mnhj.v3i1.498

Ngura, E. T. (2022). Upaya Pencegahan Stunting melalui Pemanfaatan Pangan Lokal Ubi untuk Meningkatkan Asupan Gizi Ibu Hamil. Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini, 4(1), 292. https://doi.org/10.35473/ijec.v4i1.1318

Pambudi, Y. T., Widorotama, A., & Syakur F, A. (2022). Korelasi Efikasi Diri dan Motivasi Belajar dengan Hasil Belajar Mahasiswa Pendidikan Jasmani. Jurnal Porkes, 5(1), 158–167. https://doi.org/10.29408/porkes.v5i1.5350

Rustiyani, L., & Susilo, R. (2020). Analisis Faktor yang Menyebabkan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kemangkon. Human Care Journal, 5(4), 1025–1033. https://ojs.fdk.ac.id/index.php/humancare/article/view/837

Sarbaini, Zukrianto, & Nazaruddin. (2022). Pengaruh Tingkat Kemiskinan Terhadap Pembangunan Rumah Layak Huni Di Provinsi Riau Menggunakan Metode Analisis Regresi Sederhana. Jurnal Teknologi Dan Manajemen Industri Terapan, 1(3), 131–136.

Sitompul, S. (2022). Faktor Enterprise Risk Management Pada Industri Barang Konsumsi Di Bei. SINTAKSIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(2), 52–61. https://jurnalsintaksis.com/index.php/sts/article/view/62%0Ahttps://jurnalsintaksis.com/index.php/sts/article/download/62/62

Tampubolon, D. (2020). Kebijakan Intervensi Penanganan Stunting Terintegrasi. Jurnal Kebijakan Publik, 11(1), 25. https://doi.org/10.31258/jkp.11.1.p.25-32

Waroh, Y. K. (2019). Pemberian Makanan Tambahan Sebagai Upaya Penanganan Stunting Pada Balita Di Indonesia. Embrio, 11(1), 47–54. https://doi.org/10.36456/embrio.vol11.no1.a1852

Widyastuti, Y., Rahayu, U. F. N., Mulyana, T., & Khoiri, A. M. (2022). Sosialisasi Stunting dan Upaya Pencegahannya Di Desa Padarincang, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang. Komunitas, 2(1), 38–45.

Unduhan

Diterbitkan

2023-02-01

Cara Mengutip

HUBUNGAN ANTARA JUMLAH KELAHIRAN BALITA DENGAN JUMLAH BALITA STUNTING. (2023). JURNAL TERAS KESEHATAN, 6(1), 22-28. https://doi.org/10.38215/jtkes.v6i1.106

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.