ANALISIS SENYAWA ATRAKTAN PADA PHYTOTELMATA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI TEMPAT PERINDUKAN Aedes albopictus

Penulis

  • fita wahidah Universitas Billfath, Lamongan ##default.groups.name.author##
  • Sitti Nur Ilmiah Universitas Billfath, Lamongan ##default.groups.name.author##
  • Trisnani Alif Alif Universitas Billfath, Lamongan ##default.groups.name.author##

DOI:

https://doi.org/10.38215/jtkes.v6i2.115

Kata Kunci:

Demam berdarah dengue (DBD), Aedes albopictus, atraktan, phytotelmata

Abstrak

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu penyakit yang menjadi masalah di Indonesia. Bahkan terdapat peningkatan kasus DBD di beberapa wilayah Indonesia sejak awal Januari 2020 dan di tengah pandemi COVID-19. Hanya sedikit informasi tentang tempat perindukan Aedes pada tumbuhan, terutama nyamuk Aedes albopictus. Nyamuk Ae. albopictus lebih menyukai tempat perindukan alami seperti Bambusa sp., Neoregelia spectabilis, Musa paradisiaca, dan Cocos nucifera. Tidak semua jenis tumbuhan digunakan sebagai tempat perindukan, selain faktor fisik tumbuhan diduga adanya senyawa yang bersifat Attractant yang dimiliki oleh spesies tumbuhan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa kimia yang bersifat attraktant dari tumbuhan yang digunakan sebagai tempat perindukan Ae. albopictus. Metode penelitian dimulai dengan pengambilan sampel daun tumbuhan muda Neoregelia spectabilis, Musa paradisiaca, Bambusa sp., dan Cocos nucifera, ekstraksi dengan metode maserasi, pemurnian senyawa dan dianalisis kandungans senyawa menggunakan GCMS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan senyawa kimia dari keempat tumbuhan. Kandungan senyawa kimia yang dominan da nada di semua jenis tumbuhan adalah tetracosane. Tetracosane merupakan salah satu senyawa kimia dari kelompok Alkana. Golongan senyawa alkana berperan penting dalam interaksi tumbuhan seperti atraktan dalam kegiatan oviposisi serangga tertentu atau sebagai penarik (attract) untuk kegiatan makan serangga.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Barik, A., Sarkar, N., & Mukherjee, A., 2013. Long-chain Alkanes: Allelochemicals for Host Location by the Insect Pest, Epilachna dodecastigma (Coleoptera: Coccinellidae). Journal of Appl. Entomol Zool, 48, 171-179. https://doi.org/10.1007/s13355-013-0168-4

Barik, A., & Sarkar, N., 2014. Alkanes from Bitter Gourd as Allelochemicals in Olfacctory Responses of Epilachna dodecastigma (Wied.). Allelopathy Journal, 33(1), 43-52. https://www.researchgate.net/publication/285830947_Alkanes_from_bitter_gourd_as_allelochemicals_in_olfactory_responses_of_Epilachna_dodecastigma_Wied / DOI: 10.1007/s13355-013-0168-4

Direktur Jenderal P2P. Surat Edaran Nomor HK.02.02/IV/2360/2020 Tentang Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian DBD dalam Situasi Pandemi Covi-19. 2020. Jakarta: Direktur Jenderal P2P. 1-2. Available from: https://covid19.kemkes.go.id/protokol-covid-19/pelaksanaan-pencegahan- danpengendalian-dbd-dalam-situasi-pandemi-covid-19/

Dutton, A., Matiacci, L., & Dorn, S., 2000. Plant-Derived Semiochemicals as Contact Host Location Stimuli for a Parasitoid of Leafminers. Journal of Chemical Ecology, 26(10), 2259-2273. https://doi.org/10.1023/A:1005566508926

Eigenbrode, D. S., & Espelie, E. K., 1995. Effect of Plant Epicuticular Lipids on Insect Herbivores. Annu. Rev. Entomol, 40, 171-194. https://doi.org/10.1146/annurev.en.40.010195.001131

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2019.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020

Kombargi, W.S., Michelakis, S.E., Petrakis, C.A., 1998. Effect of olive surface waxes on oviposition by Bactrocera oleae (Diptera: Tephritidae). J.Econ. Entomol, 91, 993–998. https://doi.org/10.1093/jee/91.4.993

Li, Quoqing, & Ishikawa, Y., 2006. Leaf Epicuticular Wax Chemicals of the Japanese Knotweed Fallopia japonica as Oviposition Stimulant for Ostrinia latipennis. Journal of Chemical Ecology, 32 (3), 595-604. https://doi.org/10.1007/s10886-005-9022-7

Meiners, T., & Hilker, M., 2000. Induction of plant synomones by oviposition of a phytophagous insect. J. Chem. Ecol, 26, 221–232. https://doi.org/10.1023/A:1005453830961

Schiestl, P. F., Ayasse, M., Paulus, H. F., Lofstedt, C., Hansson, B. S., Ibarra, F., & Francke, W., 1999. Orchid Pollination by Sexual Swindle. Journal of Nature, 399, 421-422. http://dx.doi.org/10.1038/20829

Seenivasagan, T., & Paul, A.V.N., 2010. Ethnobotanical study of medicinal plants used bytraditional users in Villupuram district of Tamil Nadu,India. Indian Journal of Experimental Biology, 29, 375- 386. DOI: 10.5897/JMPR09.027

Singkoh, M.F.O., & Katili, D.Y. 2019. Bahaya Pestisida Sintetik (Sosialisasi dan Pelatihan Bagi Kaum Wanita di Desa Koka Minahasa). Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia, 1 (1), 5-12. https://doi.org/10.35801/jpai.1.1.2019.24973

Wahidah, F. F., & Rosmanida. 2021. Analysis of Phytotelmata as Breeding Site Aedes spp. in Sidoarjo East Java. Risenologi Jurnal, 6 (1), 107-111. https://doi.org/10.47028/j.risenologi.2021.61.157

Wahidah, F.F., 2020. Identifikasi Phtotelmata sebagai Natural Breading Site Aedes spp. di Jawa Timur Tahun 2019. 2020. Laporan Akhir Penelitian Dosen Pemula. Universitas Billfath Lamongan. (Unpublish).

Wahyu AM, Sa’id, Mochammad. Produktivitas Selama Work From Home?: Sebuah Analisis Psikologi Sosial. J Kependud Indones. 2020; 2902 (Edisi Khusus Demografi dan Covid-19), 53–60. https://doi.org/10.14203/jki.v0i0.570

Unduhan

Diterbitkan

2023-07-14

Cara Mengutip

ANALISIS SENYAWA ATRAKTAN PADA PHYTOTELMATA YANG DIGUNAKAN SEBAGAI TEMPAT PERINDUKAN Aedes albopictus. (2023). JURNAL TERAS KESEHATAN, 6(2), 16-21. https://doi.org/10.38215/jtkes.v6i2.115