PENERAPAN LATIHAN DEKODING PERSEPSI AUDITORI UNTUK MENSTIMULASI RESPON TERHADAP BUNYI PADA KLIEN DISAUDIA BILATERAL PROFOUND
Application of Auditory Perception Decoding Exercises to Stimulate Responses to Sound in Bilateral Profound Dysaudia Clients
DOI:
https://doi.org/10.38215/jtkes.v4i1.65Kata Kunci:
auditori, dekoding, disaudia bilateral profoundAbstrak
Proses komunikasi akan terjadi jika setidaknya ada dua orang yang bertukar informasi melalui kode-kode yang disampaikan oleh pembicara dan juga kode-kode yang dimengerti oleh pendengar. Sementara itu, disaudia adalah hambatan bicara yang berkaitan langsung dengan hambatan pendengaran yang mengakibatkan penderitanya tidak mampu melakukan komunikasi verbal dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan serta tingkat keberhasilan latihan dekoding persepsi auditori untuk menstimulasi respon terhadap bunyi pada seorang klien Disaudia Bilateral Profound. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen Subjek-Tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara yang dilakukan dengan orang tua klien, observasi secara langsung terhadap klien melalui pemeriksaan dan tes, serta studi dokumen rekam medis klien. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi dengan menggunakan metode Latihan Dekoding menggunakan garpu tala dengan frekuensi 256 Hz, 341,3 Hz, 440 Hz, dan 512 Hz sebanyak 20 kali pertemuan respon klien terhadap bunyi mengalami peningkatan. Pada tes awal klien mendapat 0 poin dan pada tes akhir klien mendapat 3 poin dengan presentase keberhasilan 37,5%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan latihan dekoding untuk meningkatkan respon terhadap bunyi pada klien disaudia bilateral profound dikatakan cukup berhasil.
Unduhan
Referensi
American Speech-Language-Hearing Association. (2011). Speech-Language Pathology Medical Review Guidelines. American Speech Language Hearing Association: Rockville
Depertemen Kesehatan RI. (2009). Promosi Kesehatan. Dipetik Juni 2019, 10, dari https://s3.amazonaws.com/academia.edu.documents/38193352/ ringka- santeskompetensibidangkementrienkesehatan 3. Pdf.
Estabrooks, W. (1994). Auditory Verbal Therapy for Parents and Professionals. Washington: Alexander Graham Bell Association for the Deaf.
Kadek, S. Darmadi. (2007). Gejala Rubela Bawaan (Kongenital) Berdasarkan Pemeriksaan Serologis dan RNA Virus. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory. 13(2); 63-71. Dipetik Juni 2019, 10, dari https://www.researchgate.net/publication/328279583_GEJALA_RUBELA_BAWAAN_KONGENITAL_BERDASARKAN_PEMERIKSAAN_SEROLOGIS_DAN_RNA_VIRUS/link/5bf1a592a6fdcc3a8ddfe244/downlo ad.
Legawati. (2018). Asuhan Persalinan dan Bayi Baru Lahir. Malang: Wineka Media.
Madyawati, Lilis. (2017). Strategi Pengembangan Bahasa pada Anak. Jakarta: Kharisma Putra Utama.
Paul, V.Peter., Whitelaw, Gail M. Hearing and Deafness: An Introduction for Health and Education Professionals. Massachusetts: Jones and Bartlett Publishers
Pranindyo, Ki. (2000). Metoda-metoda Terapi Bidang Artikulasi. Jakarta: Akademi Terapi Wicara (ATW).
Rini, Hapsari Puspa. (2014). Peningkatan Keterampilan Sosial Anak Tunarungu kelas VI SDLB Melalui Permainan Tradisional Pasaran di SLB-B Wiyata Dharma I Tempel. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Yogyakarta. Dipetik Mei 2019, 26, dari http://journal.student.uny.ac.id/ ojs/ojs/index.php/plb/article/download/6252/6004.
Rundjan, Lily., Amir, Idham., Suwento, Ronny., & Mangunatmaja, Irawan. (2005). Skrining Gangguan Pendengaran pada Neonatus Risiko Tinggi. Sari Pediatri. 6(4); 149-154. Dipetik Juni 2019, 10, dari https://saripediatri.org /index.php/sari-pediatri/article/download/871/805.
Satari, Hindra I., dan Meilisari, Mila. (2008). Demam Berdarah: Perawatan di Rumah & di Rumah Sakit. Jakarta: Puspa Swara.
Setyono, Bambang. (2000). Terapi Wicara. Jakarta: EGC.
Somantri, Sutjihati. (2005). Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama.
Soepardi, A. Efianty., dan Iskandar, Nurbaeti. (2001). Telinga Hidung Tenggorok Leher. Jakarta: FKUI.
Soepardi, A. Efianty., dan Iskandar, Nurbaeti. (2012). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala & Leher. Jakarta: FKUI.
Stach, Brad A. (2003). Comprehensive Dictionary of Audiology: Illustrated (2nd ed). Canada: Delmar Learning.
Van Riper, Charles., and Erickson, Robert L. (1984). Speech Correction: An Introduction to Speech Pathology and Audiology. Needham Heights: Simon & Schuster.
Weiss, Curtis E., Gordon, Mary E., & Lillywhite, Herold S. (1987). Clinical Management of Articulatory and Phonologic Disorders. London: Williams & Wilkins.
Winarsih, Murni. (2007). Intervensi Dini bagi Anak Tunarungu dalam Pemerolehan Bahasa. Jakarta: Depdiknas RI.
Wu, Cheng Ju Dora & Brown, P. Margaret. (nd). Parents’ and Teacher’s Expectations of Auditory Verbal Therapy. The Volta Review. 104(1); 5-20
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 JURNAL TERAS KESEHATAN

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in Jurnal Teras Kesehatan agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)






