PENERAPAN METODE STIMULASI MULTIMODAL PADA PASIEN GANGGUAN BAHASA AFASIA KONDUKSI PASCASTROK
DOI:
https://doi.org/10.38215/jtkes.v7i2.149Kata Kunci:
Aphasia, language disorder, multimodal stimulation methodAbstrak
Afasia adalah gangguan bahasa akibat kerusakan pada bagian otak yang bertanggung jawab dalam pemrosesan bahasa. Kasus afasia dapat ditangani dengan metode stimulasi multimodal. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan langkah-langkah terapi dan mengetahui tingkat keberhasilan metode stimulasi multimodal dalam meningkatkan kemampuan menamai tingkat kalimat pada pasien gangguan bahasa afasia konduksi pascastrok. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik sampling purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan setelah penegakan diagnosis dan penentuan metode terapi yang tepat, yaitu dengan cara melakukan tes awal; memberikan terapi stimulasi multimodal sebanyak 10 kali pertemuan dengan durasi 45 menit setiap pertemuan; serta tes akhir. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil tes awal dengan akhir dan menghitung persentase kenaikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mendapatkan persentase akhir 100% dan terjadi peningkatan sebanyak 9 poin yang masuk dalam kategori berhasil.
Unduhan
Referensi
Agustina, A. (2016). Stabilitas Emosi pada Penderita Strok yang Telah Menjalani Terapi Musik. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kallijaga.
American College of Cardiology. (2017, November 13). New ACC/AHA High Blood Pressure Guidelines Lower Definition of Hypertension. Retrieved from https://www-acc-org.translate.goog/latest-in-cardiology/articles/2017/11/08/11/47/mon-5pm-bp-guideline-aha-2017?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
Anshari, Z. (2020). Komplikasi Hipertensi dalam Kaitannya dengan Pengetahuan Pasien Terhadap Hipertensi dan Upaya Pencegahannya. Jurnal Penelitian Keperawatan Medik, Vol. 2, No.2.
Bachtiar et.al, V. (2018). Kejadian Afasia pada Stroke Fase Akut dan Perubahan Sindrom Afasia Pascastroke. Neurona, Vol. 35 No. 4.
Bangun, M., Susilo, T., & Sutandra, L. (2023). Hubungan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Motivasi Diri Pasien Stroke yang Melakukan Rehabilitasi Fisioterapi di RSU Haji Medan. Jurnal Kesehatan dan Fisioterapi (Jurnal KeFis), Volume 3, Nomor 3, pp. 46-47.
Dharma, K. K. (2018). Pemberdayaan Keluarga untuk Mengoptimalkan Kualitas Hidup Pasien Paska Stroke. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Dharmaperwira-Prins, R. (1996). Diasartria - Apraksia Verbal TEDYVA (Tes untuk Disartria dan Apraksia Verbal). Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Dharmaperwira-Prins, R. (1996). TADIR Tes Afasia untuk Diagnosis Informasi Rehabilitasi. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Dody, & Huzaifah, Z. (2021). Hubungan Antara Klasifikasi Stroke dengan Gangguan Fungsi Motorik pada Pasien Stroke. Journal of Nursing Invention, VOL 2. No. 2 94-97.
Duffy, J. (2013). Motor Speech Disorders. Canada: Elsevier.
Edi, P. (2022). Hubungan Pengetahuan tentang Perawatan Orthodonsi dengan Kepatuhan Kontrol Orthodonsi Cekat di Klinik Gigi Swasta Yogyakarta. Yogyakarta: Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Emos, M., Suheb, M., & Agarwal, S. (2023, Huni 5). Neuroanatomy, Internal Capsule. Retrieved from National Library of Medicine: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542181/
Fadhilasari, I. (2022). Gangguan Berbahasa Tataran Fonologis pada Tuturan Penderita Stroke Iskemik: Kajian Psikolinguistik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Volume 18, No. 1, 152-165 .
Gina, N. (2021). Penerapan Metode Stimulasi Multimodal Terhadap Gangguan Bahasa Klien Afasia Konduksi. Bandung: Politeknik Al Islam Bandung.
Harahap, D., Aprillia, N., & Muliati, O. (2019). Hubungan Pengetahuan Penderita Hipertensi Tentang Hipertensi dengan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kampa Tahun 2019. Jurnal Ners, Vol. 3 No. 2.
Indah, R. (2017). Gangguan Berbahasa. Malang: UIN-Maliki Press.
Junaidi, I. (2011). Stroke Waspadai Ancamannya. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Karantali et.al, E. (2022). Temporal Trends in Stroke Incidence and Case-Fatality Rates in Arcadia, Greece: A Sequential, Prospective, Popukation-Based Study. International Journal of Stroke, Vol. 17(1) 37–4.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Standar Pelayanan Terapi Wicara. Permenkes Nomor 81. Jakarta.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018, Juli 04). Apa itu Stroke? Retrieved from https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stroke/apa-itu-stroke
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Hasil Utama Riskesdas . Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Stroke. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/394/2019.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, Januari 19). Gangguan Afasia. Retrieved from Yankes Kemenkes: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2087/gangguan-afasia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, Juli 6). Strok Infrak. Retrieved from Yankes Kemenkes: https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/165/stroke-infark
Lestiyoningsi, D., Noviyanti, L., & Azhari, N. (2024). Hubungan Efikasi Diri dengan Tingkat Depresi pada Lansia dengan Penderita Sroke di RSI Sultan Agung Semarang. Jurnal Jufdikes, Vol. 6 No. 1.
Maas, W., & Prins, R. (1987). Afasia. Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Maino, A. (2016). Recurrence and mortality in young women with myocardial infarction or ischemic stroke Long-term follow-up of the Risk of Arterial Thrombosis in Relation to Oral Contraceptives (RATIO) Study. JAMA Internal Medicine.
Moawad, H. (2023, November 21). Left-Sided Stroke Signs, Long-Term Effects, and Treatment. Retrieved from Verywell Health: https://www-verywellhealth-com.translate.goog/left-sided-stroke-5213717?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
Nasrullah et.al, R. (2020). Ekspresi Verbal-Gramatikal Penyandang Afasia Broca Berbahasa Indonesia: Suatu Kajian Neurolinguistik. Ranaj: Jurnal Kajian Bahasa.
National Institutes of Health. (2023, November 28). Stroke. Retrieved from NIH: https://www-ninds-nih-gov.translate.goog/health-information/disorders/stroke?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
Northam, G. (2018). Developmental Conduction Aphasia after Neonatal Stroke. Annals of Neurology published.
Nurkholifah, G. (2021). Penerapan Metode Stimulasi Multimodal Terhadap Gangguan Bahasa Afasia Konduksi. Bandung: Politeknik Al Islam Bandung.
Pongantung et.al, H. (2020). Hubungan Self Efficacy dengan Quality of Life pada Pasien Sesudah Stroke. Islamic Nursing, Volume 5, Nomor 1, pp. 25-26.
Puspitasari. (2020). Hubungan Hipertensi Terhadap Kejadian Stroke. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Volume 12, Nomor 2, pp 924.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 JURNAL TERAS KESEHATAN

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in Jurnal Teras Kesehatan agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)






