Pengaruh Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Anestesi Pasien Rawat Inap Terhadap Pemenuhan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS-1) HPK 5.2 di Rumah Sakit Umum Pindad Bandung

  • Leni Herfiyanti Politeknik PIKSI Ganesha Bandung

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan pengisian formulir
informed consent anestesi pasien rawat inap terhadap pemenuhan Standar Nasional
Akreditasi Rumah Sakit (SNARS-1) HPK 5.2 di Rumah Sakit Umum Pindad
Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif
dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian diperoleh kelengkapan formulir 77%
dan tidak lengkap 23%. Dari penilaian standar akreditasi HPK 5.2, terdapat 1
elemen yang tidak terpenuhi secara lengkap. Berdasarkan hasil pengaruh sebesar
79,9%. Permasalahan yang terjadi diantaranya : (1) masih ditemukannya informed
consent anestesi yang belum terisi lengkap (2) Pada bagian isi informasi dan
tandatangan dokter sering kali diisi setelah selesai dilakukannya tindakan (3)
Kurangnya ketelitian dan koordinasi perawat serta dokter petugas dalam pengisian.
Adapun saran yang diberikan diantaranya : (1) diadakan sosialisi secara rutin (2)
Memberikan penghargaan dan sanksi akan kelengkapan dan ketepatan penulisan (3)
Formulir informed consent dilakukan sebelum tindakan agar semua item terisi
lengkap (4) Setiap meja kerja dilampirkan dan ditempelkan keharusan pengisian
formulir informed consent anestesi sesuai dengan SOP (5) Menerapkan semua
susunan daftar pengobatan/tindakan/prosedur yang memerlukan persetujuan khusus
untuk memenuhi elemen penilaian.

References

Rujukan dari Buku:
Brunton, Laurence L., Parker, Keith L., Blumenthal, Donal K., Buxton, Lain L.O. (2010), Goodman and Gilman: Manual Farmakologi dan Terapi. (diterjemahkan oleh: Elin Yulinah Sukandar dkk). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Direkrorat Jenderal Bina Pelayanan Medik. 2006. Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit. revisi 2. Jakarta: Penerbit Departemen Kesehatan RI.
Departemen Pendidikan Nasional. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jarakta: Penerbit Balai Pustaka.
Geri, Morgan dan Carol Hamilton. 2009. Obsetri dan Ginekologi Panduan Praktik. Jakarta: Penerbit EGC.
Hatta, Gemala R. 2013. Pedoman Informasi Kesehatan disarana Pelayanan Kesehatan. Edisi Revisi 2. Jakarta: Penerbit Universitas, Indonesia.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Pusat Bahasa Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: Penerbit Balai Pustaka.
Rustiyanto, Ery. 2012. Etika Profesi : Perekam Medis dan Informai Kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Graha Ilmu.
Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatf dan R&D. Cetakan ke-19. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Triwibowo, Cece 2012. Perizinan dan Akreditasi Rumah Sakit. Yogyakarta: Penerbit Nuha Medika.

Rujukan dari Jurnal
Herfiyanti,Leni. (2015) Kelengkapan informed consent tindakan bedah menunjang akreditasi jci standar hpk 6 pasien orthopedi. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia 3 (2) | vol: 1, 81 - 88
Published
2019-01-01
How to Cite
1.
Herfiyanti L. Pengaruh Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Anestesi Pasien Rawat Inap Terhadap Pemenuhan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS-1) HPK 5.2 di Rumah Sakit Umum Pindad Bandung. Jutek [Internet]. 1Jan.2019 [cited 24Jun.2021];1(2):89-8. Available from: https://jurnal.politeknikalislam.ac.id/index.php/jutek/article/view/9