ANALISIS KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN RAWAT JALAN DI RS AZRA TAHUN 2019
Analysis of Patient Satisfaction on Outpatient Services at Azra Hospital in 2019
DOI:
https://doi.org/10.38215/jutek.v3i1.45Kata Kunci:
Kepuasan pasien, Rawat JalanAbstrak
Kepuasan pasien merupakan tingkat kesesuaian antara ekspektasi pasien terhadap pelayanan yang ideal dan persepsi pasien terhadap pelayanan nyata yang mereka terima. Tjiptono (2007) menyatakan bahwa terdapat 5 dimensi kualitas pelayanan yaitu, tangible (berwujud), realibility (keandalan), responsiveness(daya tanggap), assurance (jaminan), dan emphaty (kesedian untuk peduli). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Rawat Jalan di RS Azra 2019, metode penelitian ini deskriptif dengan metode IPA (Importance Performance Analisis). Hasil Penelitian Dari hasil penelitian diperoleh gambaran karakteristik responden yang berkunjung ke RS Azra Bogor yang tertera pada table 4.1. Berdasarkan umur responden paling banyak berusia < dari 40 tahun yaitu 100 responden (74,1 %), berdasarkan jenis kelamin paling banyak berjenis kelamin perempuan yaitu 104 responden (77 %), berdasarkan pendidikan yang terbanyak merupakan pendidikan tinggi yaitu 77 responden (57 %), berdasarkan pekerjaan responen terbanyak tidak bekerja yaitu 73 responden (54,1 %) dan berdasarkan pembiayaan yang terbanyak menggunakan pembiayaan non BPJS yaitu 107 responden (79,3 %). Dari 5 Dimensi yang diteliti tangible (berwujud), realibility (keandalan), responsiveness(daya tanggap), assurance (jaminan), dan emphaty menunjukkan pelayanan rumah sakit Azra sudah sangat baik dengan nilai rata-rata kepuasana pasien 94 % , hal ini sudah sesuai dengan standar mutu pelayanan pasien 90 %.
Unduhan
Referensi
Sabarguna B. (2008). Pemasaran Pelayanan Rumah Sakit. Sagung Seto: Jakarta
Azwar, A. A. (2009). Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Kemenkes RI (2010), Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 147/Menkes/Per/I/2010 tentang Perizinan Rumah Sakit, Jakarta
Notoatmodjo, Soekidjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT.
Rineka Cipta.
Asmanningtyas, D. S. (2013). Metode Importance Analisys (IPA) Kepuasan Pasien Poliklinik Semarang tahun 2013. Kesehatan Masyarakat.
Chairunnisa dan Puspita Maya (2015)” Gambaran Kepuasan Pasien Rawat Jalan terhadap Pelayanan di Rumah Sakit Islam Jakarta Sukapura (RSIJS)”
Universitas Muhammadiyah Jakarta : dalam https://doi.org/10.24853/jkk.13.1.9-27, Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Laeliyah Nur dan Subekti Heru (2017)” Waktu Tunggu Pelayanan Rawat Jalan dengan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan di Rawat Jalan RSUD Kabupaten Indramayu”. Universitas Gadjah Mada : dalam http://journal.ugm.ac.id/jkesvo, Jurnal Kesehatan Vokasional 1 No. 02 April 2017
Solichah Supartiningsih (2017) “Kualitas Pelayanan Kepuasan Pasien Rumah Sakit: Kasus Rawat Jalan di Rumah Sakit Sarila Husada Sragen ” dalam http://jounal.umy.ac.id/index.php/mrs, Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit Vol 6 (1) ;9-15 Januari 2017
_________Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 Tentang
Rumah Sakit”
Ikbal Munawir (2018)” Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kepuasan Pasien
Rawat Jalan Rumah Sakit”Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 17 No.3 2018
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2020 JURNAL TERAS KESEHATAN

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish articles in Jurnal Teras Kesehatan agree to the following terms:
- Authors retain copyright of the article and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a CC-BY-SA or The Creative Commons Attribution–ShareAlike License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)






